Arika, dengan rambut hitam nya yang panjang dan terawat, terlihat indah ketika ditiup oleh angin yang berhembus. Matanya yang meskipun berwarna gelap namun selalu memancarkan cahaya yang berbinar. Setiap hari selalu membagi keceriaannya ke orang lain. Senyumannya yang begitu menular jika kau bertemu dengannya. Suaranya yang indah seperti nyanyian siren yang menghipnotis. Pakaiannya yang selalu rapi, seakan-akan tidak pernah kotor.
She's just perfect.
Like a fallen angel.
How can a human be this gorgeous, beautiful, pretty, stunning, heavenly, all those words belong to her. Benar-benar that pinterest girl, if you know what i mean.
...
Aku terdiam duduk di kasurku dengan laptop sebagai satu-satunya sumber cahaya di kamarku. Dari laptop itu keluar nyanyian lagu, lagu yang kutujukan hanya kepadanya. Kacau. Pikiranku tidak karuan. Hatiku penuh oleh seseorang yang sangat kusayangi. Seseorang yang namanya selalu kutunggu terpampang di layar handphone ku. Jariku perlahan menghampiri dan menekan foto profilnya.
Betapa cantiknya manusia ini.
Senyumnya yang manis, dengan dress merah mudanya yang terlihat seperti diputar-putar sebelum diabadikan menjadi sebuah foto. Tanpa sadar darah di tubuhku berlomba-lomba naik ke pipiku. Benar saja, senyumnya itu sangat menular. Tepi bibirku naik, menghasilkan senyum yang sama dengannya. She's everything i ever wanted. I would sell my soul, i would risk my life, i would do anything for that girl.
