Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2023

Small Little Things (3)

You know what i hate? i hate how i look forward to seeing you i hate that i always look for you i hate how a mere glance from you sweeps me off my feet i hate how my heart jumps when you're beside me i hate how i go crazy when you brush past me i hate how i romanticize every interaction we have i hate that every little thing is about you now ... Aku berjalan melewati setiap ruangan di sekolah menuju kantin. Hari ini, sekolah tampak seperti normal. Tidak ada perubahan. Namun, hatiku terasa kosong. Mataku terus melirik kesana kemari mencari sosok yang aku cintai. Aku memelankan langkahku ketika melihatmu berjalan dengan anggun dan cantik dari kantin, tempat yang tadinya ingin aku tuju. Tanganmu memegang buku tebal berwarna biru dengan tulisan "matematika" di covernya. Dengan cepat aku mengikuti kemana kamu pergi. Langkah mu terhenti ketika berada di depan pintu perpustakaan. Aku bersembunyi di balik tembok, berusaha mengintip apa yang sedang kamu lakukan. Tetapi, kau pun ik...

The Sunset (2)

Dear diary, I met a boy He is the illusion of which i dream. He is a beautiful afterthought of all the words of love left unspoken. Loving him is exactly like breathing. How can i stop? His presence, so strange and wonderful, seemed to fill the room and press against me. I didn’t think I’d ever sleep again. The first time I heard you laugh, I only wanted to say funny things, and so you would always be laughing.  You know what happens to chocolate when you leave it out in the sun? I’m that unfortunate chocolate and you, you are the laughing sun.  For this reason, I am offering myself to you not as a martyr or some selfless fool, but as a self-indulgent moth who actively pursues the light without much fear for the flame. The moth who revels in the heat and declares: “Burn me.”  I dream of going to places with you and waking up with you everyday. Someday, I wish all of these hopes would come true. To be your friend was all I ever wanted; to be your lover was all I ever dream...

Fall Silent (1)

Bel kelas sudah berbunyi tanda jam pelajaran fisika telah selesai. Selanjutnya kami akan mempelajari matematika, pelajaran yang aku tunggu-tunggu.  Aku menyukai matematika sejak SD. Menurutku, matematika mengajarkan kita bahwa ada banyak jalan yang dapat dilalui untuk sampai ke tujuan yang kita inginkan. Contoh, 2 + 2 = 4 namun 1 + 3 juga 4. Hal yang sangat simpel, namun sangat berarti jika kau memahaminya. Itulah mengapa aku menyukai pelajaran ini.  Guru menyuruh kami untuk membentuk kelompok untuk mempresentasikan materi minggu depan. Sebuah kebetulan sekali, aku satu kelompok dengan Arika. Gadis itu, tak hanya cantik tetapi juga cerdas. Bahkan banyak yang ingin satu kelompok dengannya. Membuatku berpikir apakah semesta berada di pihakku? Apakah ini pertanda bahwa kami memang ditakdirkan untuk bersama?  Astaga, hariku takkan pernah bisa kabur dari gadis itu. Sungguh manusia yang sempurna. Matanya yang hitam kecoklatan itu.. Oh, how i fell in love with her. Too deep. Sa...

Haidar

Lelaki itu, astaga. Haidar. Nama yang sangat indah. Seindah wajahnya yang begitu tampan dan charming . Matanya sebiru lautan, sangat tajam, membuatku tenggelam sangat jauh setiap kali aku melihatnya. Rambutnya yang selalu acak-acakan, namun tetap terlihat rapi disaat yang sama. Dengan mendengar namanya saja, jantungku bisa mempercepat detakannya seperti sudah diprogram otomatis setiap kalinya. Lelaki itu, yang berhasil meluluhkan hatiku selama ini. Lelaki itu, yang selalu mengisi pikiranku setiap hari. Lelaki itu, yang selalu ku temui di mimpi-mimpi indahku.  Oh, he's just too perfect.  Yang aku inginkan sekarang hanyalah dia. Dia yang dapat mengisi hari-hari ku. Dia yang dapat menjadi sandaran ketika aku lelah, ketika aku sedih, dan aku akan melakukan hal yang sama padanya. Biarkanlah kita saling melengkapi satu sama lain.  But, is it possible?  Is it me he's looking for?  Dia begitu sempurna. Aku sadar aku tak mungkin bisa memilikinya. Tapi, ayolah.. Would you...

Arika

Arika, dengan rambut hitam nya yang panjang dan terawat, terlihat indah ketika ditiup oleh angin yang berhembus. Matanya yang meskipun berwarna gelap namun selalu memancarkan cahaya yang berbinar. Setiap hari selalu membagi keceriaannya ke orang lain. Senyumannya yang begitu menular jika kau bertemu dengannya. Suaranya yang indah seperti nyanyian siren yang menghipnotis. Pakaiannya yang selalu rapi, seakan-akan tidak pernah kotor.  She's just perfect.  Like a fallen angel.  How can a human be this gorgeous, beautiful, pretty, stunning, heavenly, all those words belong to her. Benar-benar that pinterest girl, if you know what i mean. ... Aku terdiam duduk di kasurku dengan laptop sebagai satu-satunya sumber cahaya di kamarku. Dari laptop itu keluar nyanyian lagu, lagu yang kutujukan hanya kepadanya. Kacau. Pikiranku tidak karuan. Hatiku penuh oleh seseorang yang sangat kusayangi. Seseorang yang namanya selalu kutunggu terpampang di layar handphone ku. Jariku perlahan meng...