Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Haidar's POV

The Letter From The Writer (5)

In the tapestry of our school days, your presence is the most vibrant thread, weaving through every moment and making the ordinary extraordinary. From stolen glances in the classroom to the electric touch of our fingers as we pass notes, every shared heartbeat creates a melody only our hearts can hear. In the quiet corners of the library, our whispered conversations create a world of our own, a sanctuary where the outside noise fades away, leaving only the symphony of our connection. Your laughter in the hallways is the sweetest melody, and the way your eyes meet mine across the crowded cafeteria sends shivers down my spine. As we navigate the complexities of assignments and exams, I find comfort in the knowledge that you are my partner in this academic journey. Our late-night study sessions turn into stolen moments of shared glances and subtle touches, and in those stolen seconds, time stands still. The classrooms may be filled with lectures, but my focus is always drawn to you—your i...

Small Little Things (3)

You know what i hate? i hate how i look forward to seeing you i hate that i always look for you i hate how a mere glance from you sweeps me off my feet i hate how my heart jumps when you're beside me i hate how i go crazy when you brush past me i hate how i romanticize every interaction we have i hate that every little thing is about you now ... Aku berjalan melewati setiap ruangan di sekolah menuju kantin. Hari ini, sekolah tampak seperti normal. Tidak ada perubahan. Namun, hatiku terasa kosong. Mataku terus melirik kesana kemari mencari sosok yang aku cintai. Aku memelankan langkahku ketika melihatmu berjalan dengan anggun dan cantik dari kantin, tempat yang tadinya ingin aku tuju. Tanganmu memegang buku tebal berwarna biru dengan tulisan "matematika" di covernya. Dengan cepat aku mengikuti kemana kamu pergi. Langkah mu terhenti ketika berada di depan pintu perpustakaan. Aku bersembunyi di balik tembok, berusaha mengintip apa yang sedang kamu lakukan. Tetapi, kau pun ik...

Fall Silent (1)

Bel kelas sudah berbunyi tanda jam pelajaran fisika telah selesai. Selanjutnya kami akan mempelajari matematika, pelajaran yang aku tunggu-tunggu.  Aku menyukai matematika sejak SD. Menurutku, matematika mengajarkan kita bahwa ada banyak jalan yang dapat dilalui untuk sampai ke tujuan yang kita inginkan. Contoh, 2 + 2 = 4 namun 1 + 3 juga 4. Hal yang sangat simpel, namun sangat berarti jika kau memahaminya. Itulah mengapa aku menyukai pelajaran ini.  Guru menyuruh kami untuk membentuk kelompok untuk mempresentasikan materi minggu depan. Sebuah kebetulan sekali, aku satu kelompok dengan Arika. Gadis itu, tak hanya cantik tetapi juga cerdas. Bahkan banyak yang ingin satu kelompok dengannya. Membuatku berpikir apakah semesta berada di pihakku? Apakah ini pertanda bahwa kami memang ditakdirkan untuk bersama?  Astaga, hariku takkan pernah bisa kabur dari gadis itu. Sungguh manusia yang sempurna. Matanya yang hitam kecoklatan itu.. Oh, how i fell in love with her. Too deep. Sa...

Arika

Arika, dengan rambut hitam nya yang panjang dan terawat, terlihat indah ketika ditiup oleh angin yang berhembus. Matanya yang meskipun berwarna gelap namun selalu memancarkan cahaya yang berbinar. Setiap hari selalu membagi keceriaannya ke orang lain. Senyumannya yang begitu menular jika kau bertemu dengannya. Suaranya yang indah seperti nyanyian siren yang menghipnotis. Pakaiannya yang selalu rapi, seakan-akan tidak pernah kotor.  She's just perfect.  Like a fallen angel.  How can a human be this gorgeous, beautiful, pretty, stunning, heavenly, all those words belong to her. Benar-benar that pinterest girl, if you know what i mean. ... Aku terdiam duduk di kasurku dengan laptop sebagai satu-satunya sumber cahaya di kamarku. Dari laptop itu keluar nyanyian lagu, lagu yang kutujukan hanya kepadanya. Kacau. Pikiranku tidak karuan. Hatiku penuh oleh seseorang yang sangat kusayangi. Seseorang yang namanya selalu kutunggu terpampang di layar handphone ku. Jariku perlahan meng...